• Info dan Pemesanan


    MEDICASURABAYA

    Datang langsung ke toko
    Jalan Kedung Sroko 119 Surabaya
    Buka : Senin-jumat pukul 9.00-20.00, sabtu & minggu 9.00-15.00
    Phone/sms: 0851-0347-2404

Kesehatan

ASMA

Definisi Asma:

Asma adalah penyakit inflamasi (radang) kronik saluran napas menyebabkan peningkatan hiperesponsif jalan nafas yang menimbulkan gejala episodik berulang berupa mengi (nafas berbunyi ngik-ngik), sesak nafas, dada terasa berat dan batuk-batuk terutama malam menjelang dini hari. Gejala tersebut terjadi berhubungan dengan obstruksi jalan nafas yang luas, bervariasi dan seringkali bersifat reversible dengan atau tanpa pengobatan.

Seperti diketahui, saluran napas manusia bermula dari mulut dan hidung, lalu bersatu di daerah leher menjadi trakea (tenggorok) yang akan masuk ke paru. Di dalam paru, satu saluran napas trakea itu akan bercabang dua, satu ke paru kiri dan satu lagi ke paru kanan. Setelah itu, masing-masing akan bercabang-cabang lagi, makin lama tentu makin kecil sampai 23 kali dan berujung di alveoli, tempat terjadi pertukaran gas, oksigen (O 2 ) masuk ke pembuluh darah, dan karbon dioksida (CO 2 ) dikeluarkan.

Gambar 1: saluran pernafasan manusia

Bagaimana cara mengetahui asma?

Saat anda mendatangi dokter anda untuk konsultasi, dokter anda akan menanyakan mengenai riwayat kesehatan keluarga anda yaitu apakah ada salah seorang anggota keluarga anda yang menderita asma? Pertanyaan ini akan mendukung pendapat mereka untuk melakukan test fungsi paru anda atau test pernafasan untuk menyakinkan hasil pemeriksaan sebelum mereka memberikan resep/obat-obatan dan terapi kepada anda.Test fungsi saluran pernafasan/paru digunakan untuk mengukur kemampuan bernafas anda. Hasil pemeriksaan rontgen paru dapat memperlihatkan jika ada sumbatan pada saluran pernafasan yang merupakan indikasi asma.

Siapa saja yang berisiko asma?

Asma adalah penyakit yang dapat terjadi pada siapa saja dan dapat timbul segala usia, meskipun demikian, umumnya asma lebih sering terjadi pada anak-anak usia dibawah lima tahun dan orang dewasa pada usia sekitar tigapuluh tahunan. Para ahli asma mempercayai bahwa asma merupakan penyakit keturunan dan sebagian besar orang yang menderita asma karena allergi terhadap sumber allergi tertentu.

Gejala Asma

Secara umum gejala asma adalah sesak napas, batuk berdahak dan suara napas yang berbunyi ngik-ngik dimana seringnya gejala ini timbul pada pagi hari menjelang waktu subuh, hal ini karena pengaruh keseimbangan hormon kortisol yang kadarnya rendah ketika pagi dan berbagai faktor lainnya.

Penderita asma akan mengeluhkan sesak nafas karena udara pada waktu bernafas tidak dapat mengalir dengan lancar pada saluran nafas yang sempit dan hal ini juga yang menyebabkan timbulnya bunyi ngik-ngik pada saat bernafas. Pada penderita asma, penyempitan saluran pernafasan yang terjadi dapat berupa pengerutan dan tertutupnya saluran oleh dahak yang dirpoduksi secara berlebihan dan menimbulkan batuk sebagai respon untuk mengeluarkan dahak tersebut. Gambar dibawah ini adalah gambar penampang paru dalam keadaan normal dan saat serangan asma.

Salah satu ciri asma adalah hilangnya keluhan di luar serangan. Artinya, pada saat serangan, penderita asma bisa kelihatan amat menderita (banyak batuk, sesak napas hebat dan bahkan sampai seperti tercekik), tetapi di luar serangan dia sehat-sehat saja (bisa main tenis 2 set, bisa jalan-jalan keliling taman, dan lain-lain). Inilah salah satu hal yang membedakannya dengan penyakit lain (keluhan sesak pada asma adalah revesibel, bisa baik kembali di luar serangan, sementara pada PPOK adalah irreversible , tetap saja sesak setiap waktu).

Faktor Pencetus Serangan Asma

A. Faktor penjamu, faktor pada pasien

      • Aspek genetik
      • Kemungkinan alergi
      • Saluran napas yang memang mudah terangsang
      • Jenis kelamin
      • Ras/etnik

B. Faktor lingkungan

      1. Bahan-bahan di dalam ruangan :
        – Tungau debu rumah
        – Binatang, kecoa
      2. Bahan-bahan di luar ruangan
        – Tepung sari bunga
        – Jamur
      3. Makanan-makanan tertentu, Bahan pengawet, penyedap,
        pewarna makanan
      4. Obat-obatan tertentu
      5. Iritan (parfum, bau-bauan merangsang, household spray )
      6. Ekspresi emosi yang berlebihan
      7. Asap rokok dari perokok aktif dan pasif
      8. Polusi udara dari luar dan dalam ruangan
      9. Infeksi saluran napas
      10. Exercise induced asthma, mereka yang kambuh asmanya ketika
        melakukan aktivitas fisik tertentu.
      11. Perubahan cuaca

Bagaimana asma diobati?

Pada dasarnya penanganan asma yang paling efektif adalah dengan menghindari fa k tor-faktor pencetus asma dan menggunakan obat asma untuk mengurangi pembengkakan saluran pernafasan. Pengobatan asma secara cepat/jangka pendek yaitu dengan menggunakan ob at pelega saluran pernafasan seperti inhaler dan nebulizer yang berfungsi menghentikan serangan asma. Pengobatan jangka panjang yang berfungsi untuk mencegah terjadinya serangan asma adalah dengan menggunakan obat-obatan seperti steroid berfungsi untuk tetap membuat saluran pernafasan terbuka dan menggurangi pembengkakan.

Bagaimana asma dimonitor?

Anda dapat memonitor asma dirumah dengan menggunakan alat yang disebut “Peak Flow Meter”. Alat ini akan memperlihatkan ukuran kecepatan maksimal udara yang dapat dihembuskan oleh paru-paru anda. Dengan memonitor puncak hembusan nafas anda setiap hari, anda dapat memprediksi dan mengambil tindakan pencegahan agar tidak mengalami serangan asma.

http://www.infoasma.org/asma.html

Diabetes

Diabetes merupakan penyakit keturunan dalam keluarga

Diabetes tipe 2 merupakan penyebab utama dari kebutaan pada orang dewasa, kerusakan ginjal dan amputasi non-traumatik, dan merupakan penyebab utama dari penyakit jantung koroner (PJK) dan stroke. Orang dewasa bukan merupakan satu-satunya yang beresiko terhadap diabetes. Kondisi ini dengan cepat meningkat pada remaja yang mengidap obesitas. Munculnya penyakit jantung arteri biasanya muncul sebelum dipastikan menderita diabetes, dan mulai pada usia yang sangat muda.

Sebelum berkembang menjadi diabetes tipe 2, biasanya selalu menderita pre-diabetes, yang memiliki gejala tingkat gula darah lebih tinggi dari normal tetapi tidak cukup tinggi untuk didiagnosa diabetes. Setidaknya 20% dari populasi usia 40 hingga 74 menderita pre-diabetes. Penelitian menunjukkan beberapa kerusakan dalam jangka panjang, terutama pada jantung dan sistem peredaran darah selama pre-diabetes ini.

Dengan pre-diabetes, anda akan memiliki resiko satu setengah kali lebih besar terkena penyakit jantung. Saat Anda menderita diabetes, maka resiko naik menjadi 2 hingga 4 kali. Akan tetapi, pada beberapa orang yang memiliki pre-diabetes, kemungkinan untuk menjadi diabetes dapat ditunda atau dicegah dengan perubahan gaya hidup.

Diabetes dan pre-diabetes dapat muncul pada orang-orang dengan umur dan ras yang beragam, tetapi ada kelompok tertentu yang memiliki resiko lebih tinggi.

Bila berat badan melebihi normal apakah mengalami pre-diabetes?

Bila Anda kelebihan berat badan dan berusia lebih dari 45 tahun, segera periksakan kesehatan Anda. Pre-diabetes butuh waktu selama 10 tahun untuk berkembang menjadi diabetes, selama jangka waktu ini anda masih mungkin untuk membalikkan keadaan atau menunda penyakit tersebut.

Pre-diabetes tidak memiliki gejala nyata, oleh karena itu pola makan yang sehat dan meningkatkan aktivitas fisik dapat mengurangi resiko perkembangan tersebut.

Rekomendasi dari para ahli

Dokter dari American Diabetes Association merekomendasikan pada orang dengan usia 45 tahun atau lebih dan mengalami pre-diabetes untuk screening. Mengapa perlu? Karena :

* Bila kadar gula darah berada dalam jangkauan pre-diabetes, ancaman untuk terkena serangan jantung atau stroke meningkat menjadi 50%.
Kecendrungan pre-diabetes untuk berkembang menjadi diabetes tipe 2 dapat diperlambat atau dihentikan dengan menerapkan gaya hidup sehat.
Bersamaan dengan memperlambat atau menghentikan perkembangan pre-diabetes menjadi diabetes tipe 2, perubahan dari olah raga dan pengendalian berat badan dapat mengembalikan kadar gula darah menjadi normal.
Uji sreening standar seperti tes gula darah puasa, contoh darah diambil setelah berpuasa selama 12 jam untuk memeriksa kadar gula atau tes oral glukosa , contoh darah diambil setelah mengkonsumsi gula dengan kadar dengan interval waktu 2 jam.
Kelompok lain dengan resiko: Screening juga direkomendasikan untuk dewasa muda berusia kurang dari 45 tahun dan kelebihan berat badan, terutama yang memiliki faktor resiko seperti dibawah ini:

* Anggota keluarga yang menderita diabetes

* Kadar kolesterol HDL yang rendah dan trigliserida yang tinggi

* Tekanan darah tinggi

* Mempunyai sejarah gestational diabetes atau melahirkan bayi dengan berat lebih dari 9 pounds.

* Berasal dari ras yang beresiko tinggi mengidap diabetes tipe 2 yaitu indo Afrika-Amerika, Amerika-India, Amerika-Latin dan Amerika-Asia.

Saat penggunaan obat resep secara rutin tidak dianjurkan, keuntungan didapatkan dari beberapa orang yang menggunakan Metformin. Metformin merupakan biguanida yang menurunkan kadar gula darah dengan menurunkan produksi glukosa oleh hati. Metformin juga membantu menurunkan kadar gula darah dengan membuat jaringan otot lebih sensitif terhadap insulin sehingga gula dapat masuk ke dalam sel.

Penurunan berat badan sedikit dapat berarti keuntungan yang besar

Program pencegahan diabetes dengan mengatur pola makan dan olahraga yang teratur, termasuk penurunan 5 hingga 7 persen dari berat badan total dapat menurunkan resiko terkena diabetes tipe 2 sebesar 60 persen. Caranya adalah dengan mengurangi asupan lemak serta dengan berjalan setidaknya 30 menit dalam sehari, lima hari dalam seminggu.

Penurunan berat badan juga merupakan alat yang baik untuk orang berusia 60 tahun atau lebih, dapat mengurangi perkembangan diabetes tipe 2 lebih dari 70 persen. Hal ini juga berlaku bagi wanita yang pernah mengalami gestational diabetes, orang yang memiliki resiko terkena diabetes tipe 2.

Kriteria yang mengikuti program pencegahan diabetes berada dalam arak usia 25 hingga 85 tahun dengan rata-rata usia adalah 51 tahun. Semuanya memiliki kelainan toleransi glukosa dan telah diukur dengan tes oral glukosa, dan semuanya memiliki kelebihan berat badan atau obesitas (rata-rata BMI adalah 34). Sekitar 29 persen dari grup kontrol mengalami diabetes selama periode 3 tahun, hanya 14 persen dari kelompok yang mengatur pola makan serta olah raga dan 22 persen dari kelompok yang mengkonsumsi Metformin yang berkembang menjadi diabetes.

Perlukah pencegahan dilakukan sepanjang hidup?

Program pencegahan diabetes dijalani selama 3 tahun, dalam jangka waktu tersebut diharapkan gaya hidup sehat tersebut dapat bertahan terus selama hidup. Studi lebih lanjut juga mengungkapkan bahwa cara ini dapat mengurangi komplikasi dari penyakit kardiovaskular dan artherosklerosis yang merupakan penyebab kematian pada penderita diabetes tipe 2.

05/04/2006 – http://www.healthatoz.com

Arthritis Gout

Definisi
Gout atau orang awam bilang “asam urat” adalah suatu kondisi dimana tubuh tidak dapat mengontrol  asam urat, sehingga kristal asam urat yang berlebihan akan menumpuk di jaringan tubuh. Gout ditandai dengan peningkatan kadar asam urat dalam tubuh dan menyebabkan inflamasi (radang) pada persendian (artritis).  Gout kronik (jangka panjang) dapat menyebabkan penumpukan asam urat didalam dan sekitar persendian, menurunkan fungsi ginjal dan membentuk batu ginjal.

Penyebab
Asam urat merupakan zat sisa yang dibentuk oleh tubuh pada saat regenerasi sel. Beberapa orang dengan gout membentuk lebih banyak asam urat dalam tubuh nya (10%). Sisanya (90%), tubuh anda tidak efektif  membuang asam urat melalui air seni. Genetik, jenis kelamin dan nutrisi (peminum alkohol, obesitas) memegang peranan penting dalam pembentukan penyakit gout.

Gejala dan Tanda
Gejala awal dari artritis gout adalah panas, kemerahan dan pembengkakan pada  sendi yang tipikal dan tiba-tiba. Persendian yang sering terkena adalah persendian kecil pada basis dari ibu jari kaki. Beberapa sendi lain yang dapat terkena ialah pergelangan kaki, lutut, pergelangan tangan, jari tangan, dan siku. Pada serangan akut penderita gout dapat menimbulkan gejala demam dan nyeri hebat yang biasanya bertahan berjam-jam sampai seharian, dengan atau tanpa pengobatan. Seiring berjalannya waktu serangan artritis gout akan timbul lebih sering dan lebih lama.
Pasien dengan gout meningkatkan kemungkinan terbentuknya batu ginjal.
Kristal-kristal asam urat dapat membentuk tophi (benjolan keras tidak nyeri disekitar sendi) di luar persendian. Tophi sering ditemukan di sekitar jari tangan, di ujung siku dan sekitar ibu jari kaki, selain itu dapat ditemukan juga  pada daun telinga, tendon achiles (daerah belakang pergelangan kaki) dan pita suara (sangat jarang terjadi).

Pemeriksaan Tambahan
Penyakit gout tidak mudah didiagnosis hanya dengan pemeriksaan darah, karena kebanyakan orang yang mempunyai kadar asam urat yang tinggi tidak terkena penyakit gout.
Pemeriksaan tambahan yang paling bisa diandalkan untuk penyakit gout adalah menemukan kristal asam urat di dalam cairan sendi dengan cara aspirasi cairan sendi (arthrocentesis). Arthrocentesis merupakan prosedur umum yang dilakukan dengan  anestesi lokal.  Dengan menggunakan teknik yang steril, cairan diambil dari sendi yang meradang  menggunakan suntikan dan jarum.
Selain itu gout juga dapat di diagnosis dengan menemukan kristal asam urat dari benjolan tophi.

Tata Laksana
Gout tidak dapat disembuhkan, namun dapat diobati dan dikontrol. Gejala-gejala dalam 24 jam biasanya akan hilang setelah mulai pengobatan.
Gout secara umum diobati dengan obat anti inflamasi. Yang termasuk didalamnya adalah:

  • NSAIDs, seperti ibuprofen atau naproxen, secara umum diberikan untuk mengobati serangan berat dan mendadak, obat ini bisasanya menurunkan peradangan dan nyeri dalam beberapa jam.
  • Kortikosteroid, dapat diberikan pada orang yang tidak dapat menggunakan NSAIDs. Steroid bekerja menurunkan peradangan. Steroid dapat di suntik (injeksi) langsung pada sendi yang terkena atau diminum dalam bentuk pil.
  • Colchicine sering juga digunakan untuk mengobati peradangan pada penyakit gout.
  • Allupurinol dapat menurunkan kadar asam urat dengan cara menekan produksi asam urat. Obat ini bekerja pada metabolisme asam urat dengan mencegah perubahan zat purine dalam makanan menjadi asam urat. Pengobatan ini tidak dianjurkan untuk orang dengan fungsi ginjal yang kurang, selain itu dapat menimbulkan efek samping seperti kemerahan dan kerusakan hati.

Pencegahan
Makanan yang mengandung tinggi purin dan tinggi protein sudah lama diketahui dapat menyebabkan dan meningkatkan risiko terkena gout.

  • Pembatasan purin

Apabila telah terjadi pembengkakan sendi maka penderita gangguan asam urat harus melakukan diet bebas purin. Namun karena hampir semua bahan makanan sumber protein mengandung nukleoprotein maka hal ini hampir tidak mungkin dilakukan. Maka yang harus dilakukan adalah membatasi asupan purin menjadi 100-150 mg purin per hari (diet normal biasanya mengandung 600-1.000 mg purin per hari). Makan-makanan yang mengandung purin antara lain;

    • Jeroan (jantung, hati, lidah ginjal, usus)
    • Sarden
    • Kerang
    • Ikan herring
    • Kacang-kacangan
    • Bayam
    • Udang
    • Daun melinjo
  • Kalori sesuai kebutuhan

Jumlah asupan kalori harus benar disesuaikan dengan kebutuhan tubuh berdasarkan pada tinggi dan berat badan. Penderita gangguan asam urat yang kelebihan berat badan, berat badannya harus diturunkan dengan tetap memperhatikan jumlah konsumsi kalori. Asupan kalori yang terlalu sedikit juga bisa meningkatkan kadar asam urat karena adanya badan keton yang akan mengurangi pengeluaran asam urat melalui urin

  • Tinggi karbohidrat

Karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong, roti dan ubi sangat baik dikonsumsi oleh penderita gangguan asam urat karena akan meningkatkan pengeluaran asam urat melalui urin. Konsumsi karbohidrat kompleks ini sebaiknya tidak kurang dari 100 gram per hari. Karbohidrat sederhana jenis fruktosa seperti gula, permen, arum manis, gulali, dan sirop sebaiknya dihindari karena fruktosa akan meningkatkan kadar asam urat dalam darah.

  • Rendah protein

Protein terutama yang berasal dari hewan dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Sumber makanan yang mengandung protein hewani dalam jumlah yang tinggi, misalnya hati, ginjal, otak, paru dan limpa. Asupan protein yang dianjurkan bagi penderita gangguan asam urat adalah sebesar 50-70 gram/hari atau 0,8-1 gram/kg berat badan/hari. Sumber protein yang disarankan adalah protein nabati yang berasal dari susu, keju dan telur.

  • Rendah lemak

Lemak dapat menghambat ekskresi asam urat melalui urin. Makanan yang digoreng, bersantan, serta margarine dan mentega sebaiknya dihindari. Konsumsi lemak sebaiknya sebanyak 15 persen dari total kalori.

  • Tinggi cairan

Konsumsi cairan yang tinggi dapat membantu membuang asam urat melalui urin. Karena itu, Anda disarankan untuk menghabiskan minum minimal sebanyak 2,5 liter atau 10 gelas sehari. Air minum ini bisa berupa air putih masak, teh, atau kopi. Selain dari minuman, cairan bisa diperoleh melalui buah-buahan segar yang mengandung banyak air. Buah-buahan yang disarankan adalah semangka, melon, blewah, nanas, belimbing manis, dan jambu air. Selain buah-buahan tersebut, buah-buahan yang lain juga boleh dikonsumsi karena buah-buahan sangat sedikit mengandung purin. Buah-buahan yang sebaiknya dihindari adalah alpukat dan durian, karena keduanya mempunyai kandungan lemak yang tinggi.

  • Tanpa alkohol

Berdasarkan penelitian diketahui bahwa kadar asam urat mereka yang mengonsumsi alkohol lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi alkohol. Hal ini adalah karena alkohol akan meningkatkan asam laktat plasma. Asam laktat ini akan menghambat pengeluaran asam urat dari tubuh.

http://www.klikdokter.com/illness/detail/44

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: